Curhat vs Omelan

by -114 views

Fakta nya hal yang dianggap sepele seperti ini dapat menjadi permasalahan baru bila masing-masing tidak dapat menyikapi dengan bijak.

Curhat dan mengomel merupakan salah satu cara berkomunikasi antar pasangan namun akan berbeda contain-nya.

Salah satu hal terburuk mengenai mengomel adalah tersedianya materi tanpa batas yang bisa dijadikan alasan. Dengan kata lain ada saja masalah yang bisa membuat kita kesal kalau pikiran kita fokus kesana.

Jika mengasosiasikan “agar hati bisa lega” melalui “harus mengomeli pasangan” maka sikap itu dengan mudah menjadi kebiasaan.

Meskipun luapan kejengkelan, tidak enak hati bahkan mungkin merasa ingin dikasihani tetap tidak bisa dihindari namun hal itu tetap tergolong egois, dengan kata lain orang lain akan terpaksa berkorban.

Tidak mudah bagi pasangan yang mendengarkan untuk mengambil sikap yang tepat agar tidak terseret oleh omelan yang disampaikan, lebih-lebih bila terus menerus dilakukan.

Bagi si pengomel mungkin esok hari cara pandangnya terhadap persoalan telah berubah dan bagi pendengar yang sudah sangat mengenal pasangannya, tidak terlalu mencemaskan kejadian itu.

Sebaiknya adalah menyadari sejauh mana omelan kita masih bisa diterima dan sejauh mana hal itu sudah dianggap melampaui batas kewajaran dan membuat pasangan merasa tidak nyaman dengan contain yang disampaikan.

Sungguh baik bila Anda bisa mengendalikannya sehingga Anda juga merasa diberi dukungan dari pasangan dan bagi pasangannya cukup menjadi pendengar serta memberikan dukungan sebaik mungkin.

Sebaiknya bisa memahami pasangan agar bisa efektif dalam komunikasi, karena setiap pasangan tentu terdapat perbedaan kepribadian.

Menemukan cara untuk meningkatkan kemampuan dan memelihara komunikasi adalah pilihan terbaik. Cara komunikasi yang tidak tepat tepat akan makin membuat jarak dan perbedaan kepribadian mulai melunturkan cinta antar pasangan.