MENTAL RE-FRAMING

by -64 views

Percayakah Anda dalam hampir setiap situasi apapun, entah betapa suram dan negatifnya dapat dibingkai kembali dengan cara yang lebih konstruktif dan positif.

Kesalahan pada hakikatnya adalah sebuah kesempatan untuk mengambil hikmah sehubungan dengan apa yang tidak boleh dilakukan di masa depan dan mungkin memberikan wawasan tentang pendekatan yang baru dan lebih baik.

Ingat ada pepatah “Pengalaman adalah guru terbaik” dalam konteks ini yang di maksudkan adalah kesalahan(kegagalan) akan menghasilkan suatu pengalaman yang dapat diambil hikmahnya sebagai pembelajaran (guru) terbaik.

Bilamana setiap kesalahan(kegagalan) itu tidak diambil hikmahnya, maka kita mengabaikan guru terbaik dalam setiap pengalaman yang telah terjadi.

Hikmah pentingnya adalah bahwa setiap tantangan dalam kehidupan ini dapat dipandang dari berbagai sudut berbeda. Bahkan di situasi yang paling sulit pun selalu menawarkan beberapa manfaat atau peluang.

Bagaimana caranya untuk dapat melakukan hal ini ?

â–¶Jawabannya Mental Re-framing

Kuncinya adalah menggunakan pikiran yang fleksible (lentur) dengan takaran optimisme yang baik.

Re-framing memperkuat sikap mental yang diperlukan untuk mengubah keputusasaan dan kesia-siaan menjadi kesadaran akan adanya kemajuan dan harapan.

Thomas Edison membuat ratusan percobaan yang gagal hingga akhirnya menemukan bola lampu yang menyala sebagaimana diinginkan. Suatu proses yang panjang, menantang dan melelahkan tentunya.

Suatu kali dia ditanya mengapa tetap tabah dan yakin untuk meneruskan pencarian walaupun mengalami ratusan kali kegagalan ? Apakah jawabnya ?

Ia tidak gagal karena ia telah berhasil MENEMUKAN RATUSAN CARA YANG TIDAK BERHASIL Re-framing(penyesuaian kembali pola pikir) yang kuat sehubungan dengan peristiwa (kegagalan) itu membantunya tetap termotivasi untuk meneruskan percobaannya.